Tanjungpinang, Hariancyber.com – Suaib salah satu Masyarakat Tanjungpinang, yang mengadukan dugaan gratifikasi dua orang komisioner Bawaslu Kepri, yakni Idris dan Rosnwati kepada beberapa Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kepri 2017 dikantor Bawaslu Kepri lalu angkat bicara. Minggu (29/07/2018).

“Silakan saja buat laporan kepada aparat penegak hukum. Itukan haknya setiap warga negara yang merasa dirugikan secara hukum.”Ungkap Pria Kelahiran Bima ini

Lebih lanjut Ketua Informasi dan Komunikasi Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Provinsi Kepri ini persoalan penegakan hukum, itu tugas dari pada aparat penegakan hukum.

“Persoalannya kan ditangani Satreskrim polres Tanjungpinang. Biarkan saja proses hukum itu berjalan secara profesional dan objektif.”Ungkapnya.

Sementara terkait dengan upaya laporan balek serta dukungan dari mantan peserta Komisioner Bawaslu Kepri, yang kini menjadi anggota komisioner KPU Provinsi Kepri Widyono Agung, ia sedikitpun tidak gentar.

“Kan udah saya katakan, Kalau lapor melapor itu hak warga negara, saya tunggu saja. Kalau mengenai dukungan Pak Agung Anggota KPU itu silakan, kan haknya beliau.”ungkapnya

Meski demikian, Suaib juga mempertanyakan motif pernyataan Widyono Agung salah satu anggota komisioner KPU tersebut.

“Justru saya bertanya, apa kepentingan Pak Widyono Agung. Persoalan ini kan tengah ditangani oleh Polres, Masa Komisioner KPU mengomentari Persoalan hukum. Saya rasa beliau itu udah Offside. Perlu dikasih pembelajaran juga belaiu itu, mengingat beliau itu adalah Lembaga Penyelenggara Pemilu. Kalau saya meibaratkan itu, stetmen Agung itu sama dengan komentator tinju, dalam sebuah siarang sepak bola.”Ungkapnya

Sebab menurutnya, Sebagai Penyelenggara pemilu beliau tak tak etis dan pantas, sebab  Agung juga menjadi Anggota KPU itu karena Pansel yang sama, ini ada apa?, tanyanya.

Argumentasi yang dikatakan Agung tersebut sangat disayangkan, sebab ketahuan Kualitasnya, meski dalam Stetmennya itu sebagai mantan Peserta yang pernah calon, tapi sekarang beliaukan anggota KPU, yang antarkan dia ke kursi KPU itu siapa,?. Kan timsel yang sama.

“Tidak ada argumentasi hukum yang disampaikan beliau sebagai dasar dia mengatakan salah alamat, Itu ngawur. Orang mengadukan ke Kepolisian kok salah alamat, jadi yang benar adukan kemana menurut Pak Agung?. Kan Lucu kalau saya mengadukan ke Ketua RT.” sebutnya

Ada motif penggiringan opini publik dalam mengacaukan proses hukum yang kini sedang berjalan, sebab kalau dilihat dalam pemberitaan  salah satu media massa itu, Ada nama salah satu Peserta Anggota Komisioner Bawaslu Kota Batam yang telah lolos tahap tertulis dan wawancara.

“Apakah itu pantas, etis, dan memenuhi kaidah jurnalis?. Sebab saya melihat ada konflik interens didalamnya karena editor media tersebut juga peserta Bawaslu Kota Batam yang lolos tahap ujian tertulis dan psikologi, bahkan panselnya juga Riama Manurung dan Suradji selaku Panselnya. Kalau saya menilai Agung itu balas jasa kepada Timsel, makanya dia itu memberikan pernyataan yang fatal, sebab beliau itu anggota KPU.”ungkap (Red)